Delegasi 14 Negara Belajar KB ke Karanganyar

PENGHARGAAN – Direktur AFP Duff Gilspiye menyerahkan AFP Award kepada Bupati Juliyatmono. (suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Selama sehari penuh, delegasi 14 negara dipandu AFP (Advance Family Planning) yang terdiri dari 24 orang belajar mengenai keluarga berencana. Karanganyar tahun lalu meraih penghargaan internasional dari AFP yang berpusat di University Jhon Hopkins, Amerika.

Delegasi itu diajak keliling meninjau langsung ke Puskesmas Tasikmadu untuk menyaksikan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana kepada masyarakat, berdialog dengan Bupati Juliyatmono tentang kebijakan program KB, dan juga bertemu dengan para kader PLKB di Desa Karangmojo, Tasikmadu.

Mereka berasal dari Senegal, Kongo, Nigeria, Mali, India, Pakistan, Virginia, Kamerun, Madagaskar, Zambia, Uganda, Amerika dan juga Kenya. Mereka akan mengikuti konferensi AFP di Bali selama tiga hari pekan depan.

Saat bertemu Bupati Juliyatmono, Direktur Duff Gilspiye menyerahkan penghargaan Family Planning Award yang diterima Bupati dan diteruskan kepada Kepala Badan pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Anik Indrihastuti.

Para delegasi sempat menanyakan peran pemuka agama dalam mensosialisasi dan mendukung program KB, sehingga pelaksanaannya di Lereng Lawu sukses. Sebab selama ini agama dinilai sebagai salah satu faktor utama yang dipertimbangkan.

Bupati mengatakan, agama harus menjadi penentu dan panduan utama dalam melaksanakan program ini. Dengan landasan agama yang benar, maka warga yang mengikuti program KB akan merasa nyaman dan tidak dihantui perasaan bersalah.

”Kami justru meminta para tokoh dan pemuka agama untuk ikut dalam barisan menerangkan pentingnya program KB ini. Sebab ketika warga memiliki anak dua, waktu mereka mendidik sehingga menjadi anak dan keluarga yang berkualitas akan makin banyak.” Kata Bupati.

Dia juga mengatakan kepada para anggota delegasi, para pemuka agama termasuk yang ada di garda terdepan dalam memberikan pencerahan bahwa membentuk keluarga yang berkualitas jauh lebih penting, dan itu bisa dilakukan dengan mengikuti program KB ini.

Pertanyaan lain yang diajukan adalah fasilitas yang diberikan kepada warga dalam pelayanan KB. Di Karanganyar seluruh Puskesmas disediakan alat kontrasepsi yang diinginkan warga. Mulai dari kondom, MOP, MOW, IUD, dan lainnya.

”Kami juga memberikan hadiah bagi yang menjadi peserta kontrasepsi jangka panjang MOP dan MOW, dengan bantuan modal usaha bagi ibu rumah tangga, sehingga mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya.”

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/delegasi-14-negara-belajar-kb-ke-karanganyar/
(Joko Dwi Hastanto/CN19/SMNetwork)

Recommended Posts